"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)
Tampilkan postingan dengan label Smart teen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Smart teen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2013

Apa Sih Passion-Purpose Of Life Dalam Islam?

Passion adalah segala hal yang sangat-sangat diminati sehingga tidak pernah terpikir untuk tidak mengerjakannya. Tapi jangan berpikir bahwa passion sama dengan hobby. Memang mirip jika dilihat sekilas, tetapi saya mempunyai anologi bahwa hobby adalah “pekarangannya” dari passion. Daripada kita hanya bermain di “pekarangannya” lebih baik kita masuk ke dalam rumahnya.


Passion adalah anak tangga pertama dalam sebuah perjalanan karir. Dan jangan disamakan pekerjaan dengan karier. Karena pekerjaan adalah alat bantu bagi organisasi untuk mencapai tujuan tertentu bagi masing-masing organisasi dan alat bagi individu untuk terus tumbuh sebagai pribadi dan profesional. Sehingga bisa dikatakan pekerjaan adalah milik perusahaan bukan milik kita. Tetapi karier adalah mengenai diri sendiri. Karier berbicara soal pemenuhan kebahagiaan dan ketercapaian (fulfillment). Ingat ini, siapapun bisa dipecat dari pekerjaan , tetapi tidak mungkin bisa akan dipecat dari carier. (menurut rene)
 
“Kerja tanpa passion = kerja tanpa karya”
 
Tanpa memiliki passion, semua aktivitas hanya sekedar untuk pemenuhan kebutuhan minimal memperoleh gaji, pangkat, fasilitas kerja, dan atribut lain. Sehingga tidak ada kesenangan berkarya apalagi  untuk mengembangkan diri. Tidak ada kesenangan melakukan sesuatu yang benar-benar baru dalam kehidupan. Tidak ada kegembiraan untuk selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik. Karena semua yang anda lakukan atas nama uang, kebutuhan dunia bahkan nafsu yang menggebu.
Passion dalam islam tidak hanya berbicara tentang kesenangan, kebahagiaan atau ketercapaian karena suatu karier, tetapi lebih dari itu. Ia jauh memperhatikan apakah passion yang saat ini saya “gandrungi” apakah suatu hal yang mempunyai hakikat, manfaat bagi sekitar, mempunyai nilai dan bukan suatu yang sia-sia. Diri andalah yang mampu menjawabnya.
Memang sebaik-baik passion adalah yang tidak sia-sia, bermanfaat serta bernilai ibadah. Sehingga apapun yang kita lakukan akan bernilai ibadah, prinsipnya simple kok, selama apa yang kita kerjakan sesuai dengan tuntunan Al-quran dan sunnah Rasulullah SAW maka apa aja yang kita lakukan akan bernilai ibadah. 
Sebelum melangkah kedepan, temukan dulu purpose of life dari dirimu, dan jawab juga pertanyaan yang mendasar seperti: untuk apa saya hidup, apa kontribusi yang dapat saya lakukan, apa purpose of life saya. Jika anda tidak dapat menjawab pertanyaan tadi dengan baik, maka pikirkanlah sejenak agar kehidupan kita kedepan yang masih sangat panjang ini akan lebih bermanfaat bagi sekitar, umat islam serta agama Allah.
Dan Allah berfirman pada surah Adz-Dzaariyaat: 
 
“Dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.”
 
Dapat ditarik benang merah, bahwa menurut al-Qur’an manusia setidaknya memiliki 3 tujuan dalam hidupnya. Ketiga tujuan tersebut adalah;
1.      Menyembah kepada Allah Swt. (beriman).
2.      Memakmurkan alam semesta untuk kemaslahatan (beramal)
3.      Ketiga, membentuk sejarah dan peradabannya yang bermartabat (berilmu). 
Dengan kata lain, menurut al-Qur’an, tugas atau tujuan pokok hidup manusia dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah “sederhana”, yakni menjadi manusia yang “beriman”, “beramal” dan “berilmu”. Tapi beriman disini dalam konteks yang beriman secara “kaffah”, apasih kaffah kafah berarti menyeluruh, sehingga kita masuk, beribadah, memahami islam secara menyeluruh, bukan yang parsial. Sehingga apabila ketiganya dapat berpadu, ketiga tujuan hidup manusia inilah yang menjadikan manusia memiliki eksistensi dan kedudukan yang berbeda dari makhluk Allah lainnya. (M.Aziz)

Kebebasan Itu Omong Kosong!!


"Aku pengen hidup bebas!! aku paling nggak suka diatur- atur". Itulah curcol kebanyakan kita yang ngerasa hopeless banget, saat merasa jadi boneka karena suka diatur- atur oleh orang- orang sekitar. Sebagai anak baru gede yang lagi nyari jati diri, kadang kita pengen sesuka hati melangkah kemanapun  yang kita suka, buat nyari pengalaman. Tapi friend,apa iya kebebasan yang sedang kita cari itu match banget sama kita? apa iya kebebasan itu membebaskan kita? dan apa iya dengan kebebasan itu, kita bisa hidup enak dan nyaman? yuk bareng- bareng kita discuss disini.

Friend, saat kita merasa pengen bebas, maka saat itulah justru kita bakal ngerasa terkungkung banget. Kok bisa? ya iyalah, dengan hidup bebas tralala ala kita,  masalah bakal makin banyak, dan rasanya hari- hari makin runyam aja. Karena hidup tanpa aturan itu sama dengan mobil yang nggak ada remnya. Pertanyaannya, siapa bersedia setor nyawa buat naik mobil yang jelas- jelas remnya blong? kalo berani, ya coba aja atuh! sehat nggak... almarhum iya! hee...
Taukah kamu friend, kebebasan yang sebenarnya adalah justru saat kita mau patuh sama aturan Allah. Hidup akan jadi teratur, hati serasa adem banget, dan nggak ada lagi tuh cerita semrawut. Batin kamu akan terasa MERDEKA. Dan kalau kamu tanya, kenapa harus pakai aturan Allah? karena eh karena Allah kan yang nyiptain kita, jadi jelas dunk kalau Allah jugalah yang paling tahu yang terbaik buat kita. Nggak percaya? buat aja tandingan kalau situ bisa dan merasa (sok) mampu!!

Jadi buat kamu yang merasa hidup kamu lonely atau semarawut, buruan cek deh. Siapa tau kamu udah terlalu jauh melangkah friend. Jangan sampai kamu malah tambah desperate dan makin jauh aja sama Allah. Kebingungan kamu nggak bakal ada ujungnya, sebelum kamu kembali ke jalan Allah. Ini persis banget sama yang difirmankan Allah dalam Alquran, friend
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..."(QS Thaahaa [20]: 124 – 126). Juga di ayat yang lain, “Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (QS. Ar Rad: 28).
Masih nggak percaya? coba aja deh sono. Semakin kamu jauh, pikiran kamu semakin melayang dan hidup kamu akan makin nggak jelas.

Dan satu lagi, jangan gampang dongkol kalo ortu kita kadang cerewet sama kita. Yah, jangan lihat caranya deh, lihat manfaat nasehatnya aja. Toh, ortu kita adalah orang yang paling tulus sama kita. Mereka marah justru karena mereka sayang sama kita. Mereka nggak pengen kita sampai salah jalan, atau mengalami kesalahan yang mungkin pernah mereka lakukan dulu. Lagi pula, nanti kalo kita udah tua kaya' mereka dan lihat anak kita bandel, may be kita juga bakalan melakukan hal yang sama kok seperti yang mereka lakukan saat ini.

So friend, berhentilah menuntut kebebasan yang tanpa aturan! karena kebebasan yang seperti itu hanyalah omong kosong dan nggak bakal bisa buat hidup kamu bahagia.

(NayMa/voa-islam.com)

Kamis, 16 Agustus 2012

5 Tipe Manusia yang Perlu Anda Ketahui


          Tak terasa sekarang aku, sebut saja Aziz, berada di tahun ketiga di masa perkuliahan yang bertepatan di tahun 2012, begitu cepat waktu berlalu. Aku ingat perkataan kakak kelasku yang banyak mengajarkan pengalaman kepadaku, beliau adalah seorang Presiden BEM FTI. Aku terkadang sering berdiskusi meminta saran akademik atau sekedar belajar memenej sesuatu. Dia pernah berkata kepadaku “Ziz, tahun ke dua dan tahun ketiga adalah masa keemasan seorang mahasiwa. Karena pada tahun ini engkau dapat mengembangkan passion-mu dengan optimal” begitu ujarnya. oke kak..., akan selalu ku ingat pesan mu ini, karena sekarang aku sedang menempuh tahun ketiga. Yupp, Selama empat Semester kuliah jurusan teknik Material dan Metalurgi  ITS, banyak teman dan pengalaman yang aku dapatkan. Mulai dari teman baik yang banyak aku dapatkan ketika memasuki JMMI ITS, dari yang selalu mempunyai perangai katanya yang menyejukkan hati dan yang selalu memberikan dorongan agar aku tetap bertahan  untuk memecahkan berbagai macam persoalan yang datang silih berganti. Dia ibarat sebuah teko yang mengeluarkan air yang jernih, harum baunya dan segar rasanya. Tapi bukan saatnya aku membahas ini lebih dalam. Tapi Intinya, banyak pengalaman yang aku dapatkan dalam perkuliahan ini, salah satunya tentang mengklasifikasi karakter Mahasiswa(manusia).
         Di kampus ITS ini banyak tipe manusia yang menjalani kehidupannya. Sehingga aku terinspirasi dari Imam Ibnul Jauzi rahimahullah untuk menuliskan analogi tipikal mahasiswa saat dikampus ITS yang aku cintai ini, dengan tipe manusia dalam menjalani kehidupannya. Khususnya kehidupan dalam memenej kebutuhan, keinginan nafsu serta kemampuan menggunakan potensi diri.
          Katagori pertama adalah mahasiswa yang bodoh. Meskipun sekolah bertahun-tahun di kampus, saat lulus, ia tak akan memahami apapun. Tidak ada hasil yang dia bawa dari kampusnya. Bahkan meskipun tiap kelas dengan mata kuliah yang sama, ia ulangi selama tiga kali setiap kelasnya pun, hasilnya bakal tetap sama. Menurutku orang seperti ini “tidak mengetahui tempat tujuan penciptaanya dan tidak mendapat manfaat dari keberadaanya di dunia.”
          Jika dalam kehidupan dunia yang nyata, mereka adalah orang-orang kafir yang sama sekali kosong mengenai untuk apa dia diciptakan dan ia tidak tahu apa tujuan hidup sejatinya. Juga orang-orang yang meski mengaku beragama, tapi kosong dari pada hidayah-Nya. Orang-orang semacam ini, jatah umurnya ditambahpun tidak akan berguna. Yang mereka tahu hanya memburu kesenangan duniawi dan sama sekali tak mengenal sang Khalik, apalagi hak-hak-Nya. Setan adalah kawan setianya bahkan mereka sudah naik level setingkat dengannya
Allah berfirman;
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami.” (Yunus: 7)
“Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.” (Yunus: 92)
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr: 19)
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (Ar-Rum: 7)
“Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan kami, dan tidak menginginkan kecuali kehidupan duniawi. Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (An-Najm: 29-30)
          karena hidup tak memiliki tujuan hidup, sebagian mereka pun menyia-nyiakan hidup. Drop out dari kampus, atau frustasi karena masalah sehingga suicide. Na’udzubillah.
         Tipe kedua, sebagian mahasiswa di kampus, disamping bodoh dan malas mereka juga gemar mengganggu teman-temannya, mencuri barang dan menyakiti. Ini perumpamaan para penjahat dan pendosa. Untuk golongan ini, aku yakin para pembaca sudah paham
           Yang ketiga adalah mahasiswa (khususnya mahasiswa teknik) yang menyukai belajar teori-teori saja tapi tidak belajar eksak. Meskipun sebenarnya teorinya tidak benar-benar bagus. Setelah keluar, ia hana mampu menjelaskan yang berkaitan dengan teori-teori saja. Ini perumpamaan bagi manusia yang faham atau tertarik pada suatu hal, tapi melupakan perkara-perkara yang mendesaak dan menjadi prioritas.
          Mereka adalah orang-orang yang tertarik mendalami hal-hal tertentu yang tidak “penting” dan melupakan agama. Orang-orang ini sangat menggilai kegemarannya, menguasai tapi tak tahu mengenai diennya (agamanya) kecuali sedikit. Kalau ditanya mengenai kegemarannya, insyaAllah anda memperoleh jawaban yang excelent lah karena pengetahuannya yang luas dalam bidangnya. Tapi jangan ditanya soal fiqih apalagi soal mahzab yang sederhana aja, ampun broo...hanya senyum kencur yang anda dapatkan.
Allah berfirman
"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat (batin) adalah lalai." – (QS.30:7)
          Mereka rela menghabiskan banyak waktu, tenaga dan harta untuk memenuhi keinginan. Sedang untuk akhirat mereka kikir.
          Tipe ini merupakan tipe kebanyakan orang. Kita sendiri menyadari, masih sering melupakan akhirat dan menggandrungi perkara-perkara remeh yang sama sekali tidak membuat kehidupan akhirat menjadi lebih baik. Sering terjadi keadaan yang tumpang-tindih, jauh lebih berat urusan dunianya dari pada akhiratnya.
         Kita hampir selalu digembosi oleh hawa nafsu kala berniat akan belajar dien(agama). Akhirnya semangat melemah sehingga berakibat amal shalih juga menurun
         Tipe yang keempat adalah mahasiswa yang selalu serius dalam belajar. Ia selalu termotivasi untuk mencapai prestasi sehingga ia selalu mengejar prestasi-prestasi besar. Berpacu dengan waktu untuk mencapai hal-hal yang besar dan memuaskan. Inilah karakter mukmin yang sempurna ia mengalahkan pesaingnya di hari pertandingan dan dengan bangga telah menorehkan nilai rapor yang excelent karena rapor yang dilukis dengan catatan prestasi. Merekalah jawara kebaikan. Mereka sungguh sadar bahwa hal yang paling prioritas di dunia ini adalah prestasi akhirat. Inilah yang selalu mereka kejar-kejar dan menjadi obsesi sertaa motivasi yang tiada batas. Hidupnya benar-benar diabdikan untuk segala hal yang menjadikan tangga untuk mencapai prestasi yang gemilang di akhirat kelak yang berbuah pundi-pundi pahala.
          Yang terakhir yaitu tipe manusia yang barangkali jika diibaratkan mahasiswa adalah sebenarnya baik tetapi semngatnya lemah. Tidak memiliki gairah yang besar dan meraih prestasi yang tinggi. Dal kehidupan nyata tipe mahasiswa ini adalah orang-orang yang hanya mencukupkan diri dengan hal-hal yang wajib saja. Mereka cukup puas menadi muslim yang awam. Tidak pernah memiliki gairah untuk bejuang lebih keras, menggali potensi yang terbaik.
          Alhamdulilah telah dijelaskan beberapa tipe manusia  dalam dunia nyata. Nah, demikianlah, semoga dengan mengetahui ini kita menjadi sadar posisi kita lalu berusaha untuk memperbaiki diri menjadi yang lebih baik. Semoga Allah selalu menjaga kita. Amiin.
Wallahua’lam.(Aziz)[]

*Dinspirasi oleh Imam Ibnul Juzi dan majalah ar-risalah

Senin, 13 Agustus 2012

Did you know "Jelmaan Setan"?


P
ocong, kuntilanak, gendruwo adalah salah satu dari penampakan hantu di sekeliling kita, tapi bukan maksud kami utuk membahasnya. Memang setan dapat menampakkan diri sesuai keinginannya dalam bentuk menakutkan dan tentunya semua atas izin Allah. Tetapi yang akan kami bahas disini adalah makhuk yang kasat mata, yang dapat dilihat oleh mata telanjang yang nabi rasullullah alaihiwasalam menyebutnya “setan”. Apakah itu? Penasaran? Simak ini! Check it out

  
First
Anjing hitam
Dari Abu Dzar, Rasulullah bersabda, “ Jika salah seorang dari kalian berdiri shalat, jika di depannya terdapat benda setinggi sandaran pengendara unta (+- 50 cm), maka itulah pembatasnya. Jika pembatas itu tidak ada, shalatnya akan terpotong oleh keledai, wanitadan anjing hitam yang lewat.“ Perawi berkata, “ Wahai Abu Dzar, apa bedanya anjing hitam dengan yang merah dan kuning?” Abu Dzar berkata, “ Wahai putra saudaraku, aku bertanya kepada Rasulullah seperti pertanyaanmu kepadaku, Beliau menjawab;
“ Anjing hitam adalah setan.” (HR. Muslim dan lainnya)
Kitab Aunul Ma’bud(2/225) menyebutkan, setan kadangkala menjelma menjadi anjing hitam. Selain itu ada yang berpendapat bahwa disebut setan karena anjing yang hitam lebih berbahaya.
Di dalam hadist tersebut yang dimaksud terpottong adalah bukan batal shalatnya tetapi berkurangnya nilai shalat karena gangguan yang dapat mengakibatkan mengganggu kekusukan shalat. (Tuhfatul Ahwaszi 1/371)

Second
ular
Rasulullah bersabda;
“ Sesungguhnya di kota Madinah terdapat jin-jin yang sudah masuk islam. Jika kalian melihat salah satu dari mereka, maka berikanlah ia ijin tiga hari. Jika dia masih terlihat setelah itu, maka bunuhlah karena dia adalah setan.” (HR. Muslim)
Hadist tersebut muncul karena pada suatu ketika seorang suami yang pulang mendapati istrinya ketakutan karena ada ular dirumahnya, suaminya pun bertindak tanggap dengan membunuh ularnya tetapi naas, suaminya juga ikut tewas, hal ini lalu diceritakan kepada rasulullah lantas Beliau bersabda seperti itu.
Dalam hadist lain jika engkau mendapati ular dirumah anda, cukup diberi peringatan tiga kali dengan menyebut asma Allah. Jika ia pergi biarkan tapi jika tidak, maka diperbolehkan untuk membunuhnya. Tetapi jangan sampai membunuhnya kecuali telah memberi peringatan tiga kali dengan menyebut asma Allah.

Third
burung dara
Dari Abu Hurairah, Rasulullah melihat seseorang membututi(bermain-main) burug merpati lalu bersabda,” Setan lelaki sedang membututi setan perempuan.” (HR. Abu Daud)
Burung dara disebut setan karena sering menyibukkan orang dengan aktivitas tak bermanfaat dan melalaikan dari dzikrullah bahakan dibuat judi.( Aunul Ma’bud 10/417)

Fourth
orang yang lewat didepan orang shalat
Rasululloh bersabda;
“ Jika ada yang lewat di depan kalian saat salah seorang dari kalian shalat, cegahlah ia. Jika dia enggan, tetaplah cegah dirinya. Dan jika masih saja bersih keras lewat, lawanlah ia karena ia adalah setan” (HR. Bukhari dan Muslim)
Yang dimaksud setan adalah karena orang itu melakukan perbuatan setan dengan cara lewat didepan orang sholat. Yang perlu ditekankan “ Lawan” dalam hadist tersebut bukan berarti mengajaknya bertengkar tapi dengan cara tasbih atau isyarat tangan (mengajukan tangan ke depan seperti nyetop) . Tak heran dalam mencegah ini terjadi, mungkin karena ketidak tahuan orang, islam telah mengajarkan bahwa shalat hendaknya mendekatkan diri ke sutrah. Sutrah adalah pembatas di depan oarang shalat. Pembatasnya bisa menggunakan tembok, kayu atau tiang. Tapi kalau mahasiswa sih seringnya tasnya ditaruh di depan sebagai sutrah dan agar ga hilang (kan keliatan)

Fifth
wanita pengumbar aurat
Rasululloh bersabda;
“Wanita itu datang dengan rupa setan dan berpaling juga dengan rupa setan. Jika salah seorang dari kalian melihat wanita-lalu timbul hasrat- maka hendaknya ia mendatangi istrinya, sebab hal itu akan menghentikan nafsunya.” (HR. Muslim)
Wanita pengumbar aurat bukan maksud saya mengartikan menjadi jelmaan setan.  Hal ini hanya merupakan perumpamaan ketika wanita sedang mengumbar auratnya pada seorang lelai yang bukan mukhrim, boleh jadi lelaki itu akan mempunyai  hasrat untuk bertindak hal yang negatif, seperti halnya godaan setan.
Adapun seorang wanita keluar dari rumah dengan aurat yang tertutup secara syar’i maka jarang lelaki akan tergoda meskipun masih terdapat ada  kemungkinan kecil lelaki akan tergoda. Dalam hal ini lelaki lah yang harus pandai-pandai mengontrol hawa nafsunya. Memang terasa sulit, tapi kita harus tetap berusaha meskipun terkadang kita jatuh terpelosok.
Maha benar Allah yang telah mengutus rasulullah, dengan mengetahui hadist-hadist diatas, kita sekarang dituntut untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, syukur-syukur dapat diceritakan kepada teman dekatnya, karena akan menjadi ladang amal anda pada saat hari dimana harta dan jabatan tidak berguna kecuali hanya amal shaleh. Dan tak lupa, kita meminta perlindungi kepada penguasa langit dan bumi,  Allah SWT. Semoga Allah melindungi Allah dari setan yang terkutuk. (Aziz)
Gimana pendapatmu tetang ini, silahkan anada berkomentar di bawah , semoga menjadi amal shaleh

Jumat, 10 Agustus 2012

Surat Cinta Untuk Ayahku

Menjadi orang besar

Ayah… begitulah kami memanggilnya
Orang paling hebat yang pernah ada
Keluarga kami memang sederhana, rumah kecil, motor bekas, dan tak banyak yang lain

Hanya berjumlah hitungan jari, mahasiswa ITS yang mengenal ayah, ayah begitu biasa diluar sana
Tapi tidak di mataAllah, tidak di mata keluarga

Setiap selepas shubuh setiap hari  kami selalu berkumpul bersama keluarga, membahas al- qur’an , ayat per ayat beserta tafsir nya
Selalu lengkap, ayah, ibu, mbak, adek dan alfat
Di situ pula ayah selalu curhat, mengenai rencana keluarga kedepan, pendidikan kami anak- anaknya, perselisihan yang kadang muncul ditengah keluarga dan masih banyak hal yang lain

Kebiasaan lain adalah selalu mengajak alfat 10 tahun, satu- satu nya anak laki- laki nya dan yang paling bungsu untuk selalu sholat berjamaah ke masjid. Selalu kompak warna baju yang mereka kenakan
Ah, pantas saja si alfat sudah bisa melakukan gerakan sholat dengan benar dan sesuai sunnah, anak sekecil itu juga kini sudah hafal 2 juz

Ayah pun berkeinginan, dan keinginan itu beliau sampaikan kepada kami sekeluarga, “ ayah punya target SMP SMA alfat mondok di sragen atau gontor, dan  alfat harus sudah hafal 30 juz, terus ntar nyari beasiswa kuliah keluar negeri. Amiin..

Jika engkau datang terlambat ketika jamaah, tidak sulit unyuk menemukan ayah, lihatlah kedepan, ke shaf pertama atau kedua, carilah dia yang rambutnya hitam agak memutih, dan disampingnya seperti ada sela antara ayah dan makmum di sebelahnya, nah.. di sela itulah ternyata alfat berdiri, maklum, alfat masih kecil dan tentu tidak setinggi ayah.

Ayah yang tidak mebiarkan anaknya yang pertama pergi sendirian ke pulau Madura untuk menyelesaikan tugas kuliahnya, saat itu teman- teman sekelompok anaknya tidak bisa, ayah pun rela menemani anaknya walau kondisi letih dan pulang harus kehujanan
Ayah yang cerdas ketika memilih anaknya yang pertama yang selalu di ajaknya ta’lim di masjid al- amin, karena sadar anaknya yang pertama memang tidak pernah duduk di bangku sekolah background islam, tidak seperti adek dan alfat yang pernah merasakan pondok dan duduk di sekolah Islam terbaik

Kebiasaan lain adalah selalu mengajak kami sekeluarga untuk ke pengajian bersama setiap minggunya

Tanya lah pada ayah, apakah tidak lelah dalam seminggu selalau ta’lim kemana- mana ? Maka ayah akan menjawab “ Mumpung masih hidup “

Coba, hitung keluarga di Indonesia ini yang seharmonis mereka.. yang setiap pagi berkumpul bersama membahas agama ini, membahas kitabullah .. maka engkau tidak akan banyak dapati

Adek pun juga merasa spesial di mata ayah, saat adek operasi, ayah pertama kali menangis di depan istri dan anak- anaknya hanya karena adek tidak keluar keluar dari ruangan operasi, saat adek sekolah di Solo dan sedang akan menempuh ujian keesokan harinya, ayah rela ke Solo untuk memberi dukungan moral walau hanya beberapa jam dan tidak mau disuruh menginap,

Di jaman seperti ini, siapa yang tidak punya HP ? Ayah adalah orang sibuk yang  memilih untuk tidak punya HP karena tidak mau diperbudak dengan HP, memang benar, dalam sejam , berapa menit HP memperbudak kita, untuk membuka nya, selalu, sebelum , bangun, saat, akan dan setelah atau ditengah apapun HP memperbudak kita agar kita melayaninya

Tapi ayah juga bukan lah orang yang gaptek

Walaupun sederhana, tapi ayah dan ibu sudah pergi haji lho,, sudah ke Thailand, Lombok dan yang lain
Ayah janji, kalau mbak lulus ntar kami sekeluarga wisata ke Jakarta naik pesawat, kalau ada uang berlebih ayah juga janji kami sekeluarga bisa Umroh.. amiin

Kadang juga, ayah dan alfat pergi ke masjid sama- sama bersepeda..
Sungguh bahagianya kita

Ayah mengajarkanku, untuk menjadi orang besar, tidak perlu berpenghasilan besar, tidak harus berumah besar,
Atau Bekerja di perusahaan minyak seperti yang saya pikirkan, atau menjadi orang yang dikenal banyak orang
Bukan itu..
Tapi kita sudah menjadi besar ketika kita mampu mendidik keluarga kita, istri kita , anak- anak kita di jalan yang diridhai Allah, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah
Memiliki anak – anak yang sholih, sholihah, dan sang penghafal

Dan seperti Ramadlan saat ini,  saat sore ayah selalu menyuruh anak –anaknya bergantian mengirim ta’jik ke masjid. Ayah melatih kami untuk berbagi dengan sesama. Namun ayah juga tidak mau mengantarkan karena takut diketahui orang saat dia bersedekah, ayah juga tidak mau daftar dalam list penyumbang tajil/ makanan yang biasanya di data oleh takmir masjid. Ayah malu sama Allah. Ayah spontan, jika ada rezeki hari itu maka ayah akan langsung bersedekah
Kami yang terasing dan tidak dikenal, tapi kami punya penguat, Ayah..

Dan pagi ini,..  lagi,  ayah membuat kami sekeluarga menangis bersama, di Jum’at pagi ini, 21 Ramadhan 1433 H
Kata- kata yang ayah sampaikan sebelum menutup ngaji pada pagi tadi:

“  Harapannya ibu, mbak , adek, alfat ikhlas ikut ngaji nya ayah ini. Ayah gak akan pernah berhenti untuk membagikan ilmu ayah yang masih sedikit ini. Beri kesempatan pada sisa umur ayah untuk selalu mengadakan momen ini. Meskipun anak- anak ayah nanti sudah menikah dan tidak serumah lagi, sempatkan lah menjenguk ayah dan tetap mengaji dengan ayah. Ini adalah kewajiban ayah selaku kepala keluarga untuk mengajak kebaikan pada kalian semua. …….… Ayah pengen momen kumpul keluarga seperti ini jangan sampai putus sampai ayah meninggal….”
Ibu, mbak, adek langsung menangis …
Hanya alfat kecil yang malah bobok sambil duduk …

..Nothing father else in this world, my best father just Ayah

/ Ayah,, alumnus UI - pustakawan ITS – Perumdos blok U 129
Alfat sang penghafal yang cuek dan memiliki senyum khas yang membunuh
Mas kangen senyum mu fat..

Sebagaimana dalam firman-Nya :

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari "surat cinta untuk ayahku" ini (Andhi)

Sabtu, 23 Juni 2012

Yuk Pilih Istri yang ?

 
S
edikit uang bukanlah penghambat untuk memperoleh keluarga yang bahagia. Banyak orang kaya tetap mereka tidak memporoleh ketenangan dan kebahagiaan dalam berkeluarga. Dan tak jarang ditemukan di kalangan orang miskin dapat menemukan kebagiaan dalam proses menjalani rumah tangga dengan pasangannya. Fenomena ini sudah tak asing lagi, karena harta bukan faktor yang penting untuk memperoleh kebahagiaan. Tak ada hal yang dapat membahagiakan muka yang indah antara suami dan istri, melainkan karena agamanya.

“Sesungguhnya wanita tidak akan diniikahi melainkan karena empat hal, kecantikan, harta, keturunan dan agama. Hendaklah engkau memilih wanita karena agamanya”

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akanmemberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan
kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani) 

Keluarga yang bahagia dan barakah hanya dapat dicapai dengan saling mencintai karena Allah, karena sepanjang masa hidup manusia tidak akan pernah sepi akan masalah. Jikalau terjadi permasalahan, mereka pasti menyelesaikan secara kaidah-kaidah islam sehingga permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. 

“Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri,apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya” (Al Hadits) 

Tidak sedikit masalah yang kecil menjadi masalah yang besar atau sebaliknya jika kurangnya pemahaman antara kedua belah pihak. Pada hakikatnya permasalahannya ini adalah letak pada komunikasi. Dalam islam telah diatur komunikasi yang baik dalam berumah tangga, contoh yang paling sederhana adalah ketika Rasulullah memanggil istrinya dengan panggilan “ Ya Khumairah” (wahai yang pipinya kemerah merahan) begitu mesranya Rasulullah berkomunikasi dengan sang istri. Tapi bukan saatnya saya membahas komunikasi antara suami dan istri, inginrasanya membahasnya disini, tapi akan lebih baik akan dibahas pada kesempatan yang lainnya. Sungguh akhlak yang agung terdapat pada Rasulullah. Dan begitulah islam mengatur kehidupan, mulai dari hal yang sepele sampai hal yang rumit. Maka tak heran Rasulullah menganjurkan umatnya untuk memilah-milah wanita yang akan dijadikan istri kecuali karena pemahaman agamanya yang baik.
Semoga Allah mempertemukan jodoh anda dan kita senantiasa dalam perlindungan rahmatnya. Karena tak ada surga di dunia ini kecuali rumah tangga yang sakinah dan barakah karena dilandasi akidah islam yang mengakar kuat dalam hati. (M. Aziz)

Selasa, 29 Mei 2012

MANA YANG PANTAS DIMALUKAN ?

 

Mana yang pantas dimalukan ?
◆ Malu karena berbaju kurung, berpakaian muslimah,
Atau malu berpakaian tidak menutup aurat ?

◆ Malu karena tiada kekasih,
Atau malu ke hulu kehilir dengan yang tidak halal untukmu?

◆ Malu karena dikatakan alim,
Atau malu kerana dikatakan buruk ?

◆ Malu karena dikatakan kuno disebabkan mengikut syariat Islam,
Atau malu kerana dikatakan lupa agama Allah ?

◆ Malu karena menasihati ke arah kebaikan,
Atau malu mengajak kearah kemungkaran ?

◆ Malu karena melakukan apa yang manusia tidak suka,
Atau malu melakukan apa yang Allah tidak suka ?

>>> MALU itu perlu..tetapi tempatkan malu itu DITEMPAT YANG SEBENARNYA..malulah di hadapan Allah andai kita TIDAK MELAKSANAKAN apa yang diperintahNya, sedangkan kita MENIKMATI segala pemberianNya..jadilah kita hambaNya yang tahu BERSYUKUR, insyaAllah..
Semangatt!!!! 
By Syiar ASH-HABUL KAHFI

Sabtu, 26 Mei 2012

Gerakan, Yuk menulis

Pertanyaan yang kerap muncul dari benak kita saat hendak menulis, “Topik apa ya yang cocok?” Tolong, pertanyaan seperti itu jangan dijadikan beban. Anggap saja sebagai hal biasa. Apa yang enak dibahas dalam buku harian? Hmm… yang enak untuk dibahas adalah hal-hal umum yang berkesan dan menarik. Bisa menyedihkan, bisa pula yang menggembirakan. Seperti apa sih? Pengalaman pertama masuk sekolah, pengalaman berkenalan pertama kali dengan teman di sekolah, hari pertama masuk kerja, mendapat uang gaji pertama kali, bertemu sang kekasih hati, pengalaman saat melamar, pengalaman ketika menikah, dan lain sebagainya. Pokoknya, segala hal yang seru dan menarik. Semua itu bisa membuat kita betah menuliskannya berlembar-lembar. Asyik. Termasuk, yang enak dibicarakan adalah hal yang baru. Misalnya punya mobil baru, punya teman baru, punya rumah baru, dan segala hal yang baru-baru deh. Topik seperti itu ditanggung antimanyun. Pas banget untuk dituangkan di buku harian.

Kebiasaan untuk menuliskan sesuatu yang baru perlu dijaga. Bukan apa-apa, kalo kamu menulis buku harian, tapi masalah dan kata-kata serta kalimatnya sering diulang-ulang, nggak bakalan gereget lagi untuk dibaca. Bahkan sangat boleh jadi menulis buku harian nggak ada bedanya dengan mengerjakan PR menulis halus. Suer. Jadi gali terus, cari terus masalah baru. Supaya kamu kreatif. Siapa tahu nantinya memang kamu jadi wartawan. Wartawan kadang harus ‘nakal’. Misalnya, ketika mewawancarai narasumber, kudu berani menanyakan sesuatu yang barangkali ‘tabu’ untuk ditanyakan. Seperti jika narasumbernya sebagai polisi, kita tanyakan, ‘apakah ada keterlibatan aparat dalam aksi kejahatan ini?” Tujuannya, ada bahan berita baru yang bisa ditulis. Biar nggak monoton. Siapa tahu Pak Polisi itu keceplosan ngomong dan mengeluarkan pernyataan ‘of the record’. Bisa jadi kan? Meskipun nantinya nggak ditulis di media kita, tapi kita punya peluru baru untuk mengutak-atik arah kasus itu.

Buat kamu yang mau nyari topik, nggak usah sulit-sulit mikirin yang jauh-jauh. Coba cari yang dekat dengan kita deh. Tanya teman kanan-kiri, nguping dari sana-sini. Atau bisa juga baca koran pagi ini, cari berita yang menarik. Setelah dapat, kamu bisa menulis ulang dengan sudut pandang kamu. Misalnya, judul yang kamu ambil adalah "Perihal Tauhid". Kamu mulai dari opening lalu kamu bawa arahnya ke mana, kamu bisa bikin ulang dengan pengembangan yang kamu suka, dengan cara kamu sendiri tetapi harus tetap tidak boleh keluar dari batas-batas syar'i, bener ngggak? . Anggap saja misalnya dirimu sebagai penulis kelas nasional. Sebagai latihan aja kan? Mungkin kok. Coba deh!

Untuk menulis artikel, cari saja topik yang ‘menggigit’. Itu terserah kamu sih. Misalnya kamu bikin tulisan dengan topik fiqh, tauhid ato aqidah. Kamu cari segala masalah & solusi yang berhubungan dengan itu dan cepetan tulis aja. Resepnya, cari topik-topik yang mudah aja dan dekat dengan keseharian kita. Kalo mau ‘jauh-jauh’ juga boleh, nanti kamu bisa 

Suer. Yang penting, kamu mau menuliskannya. Jangan sampe kamu ngomong, “isinya sudah tahu, judulnya sudah siap, bahan-bahannya sudah lengkap, arah tulisannya sudah dibuat, sekarang tinggal nulis aja.” Wah, itu justru bermasalah. Padahal, cepet aja langsung tulis.
Pengalaman saya, jika sudah mendapatkan topik yang menarik, segera langsung mencari data tentang segala hal yang berkaitan dengan topik tersebut. Setelah dapat, saya biasanya nggak melama-lamakan, takut mood-nya untuk menulis hilang. Langsung saja saya tulis. Sebisa mungkin, sebaik mungkin. Sebab, percuma aja kalo semua bahan udah dikumpulkan, tapi kamu masih diam aja. Sekarang, yang dibutuhkan adalah konsentrasimu untuk segera menulis. Jadi, tunggu apalagi, segera tulis.

Alasan Kenapa Kita Untung Menulis

Kalau kamu ingin pahala berlipat bak multi level marketing, kamu menulis tentang artikel ringan mengenai fiqh, tauhid dll pokoknya islam deh. kamu dapatkan pahala sama besar pahala orang yang diajar dan mengamalkan ilmu yang diajarkan. and pahalanya juga mengalir terus menerus. jadi kamu dapatkan pahala sampai hari kiamat. biarpun kamu sudah meninggal tapi masih bertambah terus pahalamu. kayak pensiunan saja. coba kita lihat dalilnya:
a. Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihim bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya : ِBarang siapa menunjukkan suatu kebaikan maka ia mendapat pahala sebesar pahala orang yang mengerjakannya. (Hr. Muslim)
b. Dari Jarir Ibnu Abdullah ra, Rosulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ
Artinya : Barang siapa membuat sunnah (kebiasaan) yang baik dalam ajaran Islam maka baginya pahala (sebesar) pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut sepeninggalnya, tanpa ada yang dikurangi dari pahala mereka (yang mengerjakannya) sedikitpun. (Hr. Muslim).
Misalnya saja, kamu menyumbang tulisan di blog orang, lalu dibaca dan dilihat orang lain truz mereka tertarik menyumbang juga maka kamu mendapat pahala sebesar pahala dari sumbangan mereka. tapi kamu niatnya yang ikhlas. karena didepan orang banyak, rawan riya’. makanya kamu harus hati-hati. misalnya lagi, kamu shalat sunnat lalu orang lain juga terpancing shalat sunnat, kamu dapat pahala 2 kali hahaha...ato yang enak nikah kamu nikah lalu orang lain juga terpancing nikah dengan sesama muslim karena agamanya, kamu dapat pahala 2 kali banyak dehhh....
c. Rosulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
َ مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِل
Artinya : Barang siapa yang mengajarkan ilmu maka baginya pahala (sebesar pahala) orang yang mengerjakan amalan (dari ilmu tersebut) tanpa mengurangi pahala orang yang mengerjakannya. (Hr. Ibnu Majah dan di hasankan oleh Albani)

Banyak untungnya kan menulis dengan pokok bahasan islam :)
Selamat mencoba GANBATE, all is well ! (Mukhamad Aziz)

Kirim tulisan antum di . insyaallah akan kami tayangkan 

Selasa, 15 Mei 2012

Tips dan Trik Mencari Istri

Berikut Tips dan Trik Mencari Istri:
 

1. Cari wanita yang memahami dan mengamalkan al’quran
2. Selalu menjaga auratnya
3. Tidak mau diajak berduaan apalagi disentuh
4. Penyayang pada ortu,kakak dan adik
5. Kalau bicara merundukan wajahnya,santun ,dan rendah hati
6. Tidak banyak bicara,jauh dari sifat genit
7. Terpelajar & berilmu
8.Tidak suka berpacaran,maunya dinikahi
9.Tidak menentukan harga mahar
10. Menerimamu apa adanya.(Aziz MT 12)
 
Selamat mencoba..... :)

Awalnya Penasaran Akhinya Ketagihan

Awalnya penasaran lalu ingin coba-coba
Sifat dasar manusia  ketika dilahirkan di dunia adalah dalam keadaan fitrah.Fitrah untuk menjadi seorang hamba yang tuntuk dengan semua aturaNya.Lantas kenapa ,kok bisa manusia mulai ’menikmati dosa’ ?itu tergantung faktor pemicunya bisa jadi teman
Tak hanya oleh manusia yang belum paham islam,dosa tak jarang dilakukan oleh manusia yang paham agama dan mengerti apa apa yang dilarang oleh Allah.Rasa penasaran karena belum pernah melakukan,menjadi ‘motivasi’ yang tumbuh sangat kuat.Rasa penasaran dapat tumbuh dari nafsu yang telah ‘dikompori’ oleh setan.Penasaran seperti apa rasanya ngerokok,mabuk,berzina dan berjudi merupakan tipu daya setan.
Sementara itu,setan dari luar akan selalu setia untuk ‘mengompori’ manusia agar mencoba-coba.Setan memberikan ‘stimulus’ dengan menggambarkan kenikmatan dosa melalui gambar ,film dan pergaulan bebas..Sehingga hal ini membuat orang akan semakin tertarik kenikmatan dosa.
Seperti ketika Adam penasaran terhadap pohon yang dilarang untuk didekati,tetapi setan merayu adam sehingga dengan rayuan maut setan dapat membuat hati sang Adam penasaran
Maka syaithan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaithan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. QS. al-A’raf (7) : 19
Begitulah setan akan mencari 1000.000.000 cara agar dapat mengglincirkan manusia sehingga manusia tak ragu untuk mencicipi dosa.Terkadang setan mengambil peluang kebosanan dalam hal beribadah.Setan dengan mudahnya membuat hati orang yang beribadah tetapi belum merasakan indahnya ibadah akan dirayu oleh setan agar mencicipi nikmatnya dosa.Atau orang orang yang tidak membeci dosa tetapi belum mencicipinya.
Takkala dorongan nafsu semakin menggebu nggebu,akan menyebabkan pengaruh akal melemah ,sementara alasan setan telah disiapkan,mulailah seorang mencicipi nikmatnya dosa.Setan telah membuat selangkah lebih maju dari orang yang ‘dikomporinya’ tadi.Untuk korban  ada sebuah nasihat .Allah berfirman,
 “Sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar:” (QS. An-Nur: 21)


Akhinya Kecanduan Dosa
Sekali mencoba,pasti akan merasakan bahwa ada rasa yang berbeda.Mungkin ia tidak merasakan nikmat yang dibayangkan sebelumnya dipikirny.Ini akan membuat ia mempersubur rasa ingin tahu yang akan menjadi suatu kebiasaan dan membuat candu.
Jika orang telah mencoba untuk berzina,tidak mudah berhenti dari perbuatan keji ini jika telah terlanjur mencobanya.Hukuman orang yang berzina menurut Ibnul Qayyim al-Jauziah mengatakan”Ketahuilah bahwa balasan itu berbanding lurus dengan perbuatan Hati yang terpaut dengan sesuatu yang haram,setiap kali ia berhasrat untuk meninggalkan dan keluar darinya, pada akhirnya kembali dosa semula.Begitu pula dengan balasan baginya di barzakh maupun di akhirat.
Menjadi Member Setan yang Setia
Seperti minum di laut ,makin banyak engkau minum,makain haus dibuatnya.Begitu juga gambaran orang yang kecanduan dosa.Itulah siklus dosa yang boleh jadi tidak disadari oleh kita.
Maka bersabarlah untuk tidak mencoba coba,karena mencoba coba dapat menyebabkan kecanduan, semoga Allah melindungi kita dari dosa.(Aziz MT 12)

Jumat, 11 Mei 2012

Cari Pasangan Lewat Pacaran? Gak Level..



Setiap orang pasti ingin mendapatkan jodoh alias pasangan yang pantas dan bisa ia cintai. Betapa banyak orang takut jika proses mencari calon pasangannya adalah melalui metode perjodohan, biasanya sih pilihan orang tua, tante, teman atau ustadz. Bahkan katanya udah gak zaman lagi metode dijodohin kayak itu, emangnya zaman Siti Nurbaya? Ini kan zaman modern, kita bisa menentukan orang yang kita cintai. Nikah kan untuk masa depan bukan untuk main-main. Kalo dijodihni, gimana kita bisa tau kalau dia cinta atau tidak, trus kita gak tau sifatnya dan karakternya gimana, gw kan gak mau nyesal. Mendingan gw pacaran dulu, kalo udah ngerasa cocok, baru deh lanjuti ke yang lebih serius. Lagian pacaran yang positif kan bisa.
Sob, kenapa harus pake cara sendiri jika ada cara yang lebih suci dan halal. Emangnya ada pacaran yang positif? Bukankah Rasulullah telah menjelaskan cara memilih pasangan?
“Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
...Sob, kenapa harus pake cara sendiri jika ada cara yang lebih suci dan halal. Emangnya ada pacaran yang positif? Bukankah Rasulullah telah menjelaskan cara memilih pasangan?...
Itu Rasulullah lho yang jamin. Kalau kita sudah memilih agama jadi prioritas, pasti akan beruntung. Seandainya dia tidak kaya tapi rezekinya sudah di jamin sama Allah. Seandainya dia tidak cantik, tapi tiap malam tahajudnya dan ibadah lainnya tidak pernah tinggal dan penyayang serta berbakti banget sama suami sepenuh hati, semua kekurangan pasti akan tertutupi. Lihat keturunannya apakah dia berasal dari keluarga yang baik2 atau bukan. karena itu akan menjadi keluarga kita juga.. berkomunikasi dengan abang atau bapaknya kalo berani.. hehehe.. daripada pacaran, kan dosa.
Untuk mendapatkan yang  seperti itu, kita juga harus bisa ukur diri. Ibarat sebuah gelas kecil ingin menampung 1 galon aqua, gak akan sanggup bro, tapi buat diri kita jadi ember besar. 1,2,3 galon pun akan mampu kita tampung. Pengen yang level tinggi, berarti harus meninggikan level diri sendiri dulu. Jodoh itu di cari bukan nunggu jatuh dari langit, tapi ada usaha untuk mencarinya. Tinggkatkan ketakwaan kepada Allah dan kualitas diri kita agar calon kita kelak merasa beruntung mendapatkan kita. Wanita shalihah juga punya tipe lho dalam memilih calon imamnya.
Intinya kita berusaha sesuai dengan syar’i bukan hawa nafsu, dan tak lupa berdoa.

Jangan pernah pesimis dalam mencari jodoh. Umumnya ungkapan klasik seperti ini “Seandainya gw dapat pasangan, pengennya yang bisa menerima gw apa adanya”.
Itu artinya pesimis. Pemikiran itu harus dirubah menjadi “seandainya aku dapat jodoh, aku ingin pasanganku menjadi orang yang paling beruntung telah mendapatkan aku dan aku juga ingin menjadi orang yang paling beruntung mendapatkan dia”. Tentunya lagi-lagi tingkatkan dulu kualitas diri kita, suatu impian tidak akan bisa diraih jika tanpa ada usaha mendapatkannya. Panjat pinang aja sampe mati-matian diinjek-injek untuk bisa ke puncak.
Seandainya kualitas iman kamu udah meningkat dan semata-mata ikhlas karena Allah, siapa tau ada seorang ustadz atau teman yang ingin adiknya yang shalihah menjadi calon istri kamu dengan mahar yang ringan dan biaya yang ringan juga. Semua Allah yang akan merestui dan menentukan sesuai kadar diri kita. Menempuh jalan yang baik pasti akan mendapatkan yang  terbaik. Jalan buruk pasti akan dapat yang buruk. Itu janji Allah. Jika dapat wanita shalihah, bidadari di langit cemburu lho. Siapa sih yang gak mau kalo dapat pasangan yang shalih dengan jalan yang  halal? Kalo kita udah sholeh, kekurangan diri kita pasti akan diterima apa adanya dan dilengkapi olehnya bahkan mungkin dia merasa wanita paling beruntung telah mendapatkan kita. so, shalihkanlah diri kita.. itu yang paling sulit sob, tapi bukan berarti gak bisa.
Kalo yang masih muda dan masih pacaran segeralah hentikan pacaran. Kalo merasa mampu lebih baik menikah segera itu lebih baik. Gw sendiri waktu itu belum mampu untuk menikah dan gw memberikan statement dengan mantan pacar gw untuk tidak melanjutkan pacaran, gw udah mutusin dia biar gag pacaran lagi ma cewek itu. Sejak gw mutusin cewk gw hati gw lebih tenah, lebih sering mengingat Allah SWT. so gimana lo?  dan gw nyuruh untuk mensholehkan diri masing-masing. Pastinya penuh perjuangan sob untuk bisa ngambil keputusan dan jelasin ke doi. Alhamdulillah sampai sekarang gw tidak berhubungan lagi dengannya agar terhindar dari fitnah. Gw juga tidak tahu seperti apa kabarnya sekarang mudah-mudahan masih dalam lindungan Allah. Siapa tau mantan pacar yang dulu sempat di putusi ketemu lagi setelah dijodohin sama murobbi atau teman 1 pengajian, atau jalan halal lainnya. Mantap banget tu bisa melanjutkan cinta yang  sempat tertunda. Gak kebayang deh betapa indahnya..:).
Sebuah kebanggaan dan syukur yang dalam kepada Allah jika suatu saat bisa menikah tanpa proses pacaran yang  telah diharamkan Allah. Mudah-mudahan Allah mengabulkan.
Buat sobat-sobat  pembaca, mari kita tingkatkan diri kita sendiri, Jangan mudah tergoda oleh orang-orang sekitar yang berbangga-bangga berpacaran (maksiat cinta). Pacaran gak ada gunanya. Pacaran tidak lebih hanya ajang coba, coba, coba, gagal, sakit hati, coba lagi, gagal lagi. Dst.. Sementara dosa semakin bertambah.
Cinta itu suci diberikan Allah kepada kita sebagai fitrah manusia. Karena datang langsung dari sifat Ar Rahman dan Ar Rahim Allah. Jangan dikotori kesucian itu. Tinggal bagaimana kita menyikapi cinta itu sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan dicontohkan oleh Rasul.

So, ngapain takut dijodohin. Kan lebih selamat dari fitnah.  Semoga Allah menjaga kita semua dan tetap istiqamah. 


Disandur dari voa-islam.com

Jumat, 04 Mei 2012

Mengamati "Syiar" Boy Band Super Junior








 Sebenernya, bisa dikatakan wajar, para remaja sekarang sangat menggandrungi Super Junior. Lihat saja bagaimana Super Junior serius dalam menghibur para penonton, teliti dalam mengkonsep, tak kenal lelah dalam berkarya.
Ingin mengatakan kalo remaja kita sangat labil? Kayaknya nggak juga. Banyak juga kok remaja yang cerdas, rajin, dan sudah banyak berkarya juga menjadi ELF (Ever Lasting Friend:sebutan untuk penggemar setia Super Junior). Bahkan isunya banyak juga jilbaber yang cukup mengoleksi karya mereka. Walaupun mungkin jumlahnya sedikit dan mungkin mereka itu kurang rajin ngajinya :P .
Ingin mengatakan Super Junior itu gak mutu, banci, lipsync, lebay? Toh mereka banyak menyabet gelar-gelar penghargaan di dunia hiburan, musik, dan lain-lain. Banyak menjadi icon bahkan dalam produk-produk skala internasional. Menjadi duta di bidang-bidang penting. Dipercaya bahkan oleh pemerintah Korea Selatan untuk kontribusi dalam even-even besar Negara.
1.       Performansi dan Kualitas
Tak diragukan lagi performansi mereka yang wah. Terlihat dari lantunan lagu, kekuatan vokal, skill menari, dan lain-lain. Tidak kalah juga kekompakan mereka yang semakin membuat para penonton betah untuk mengikuti perkembangan group ini.
Tentu saja hal-hal tersebut bukannya diperoleh dengan latihan sebulan dua bulan. Bahkan konon katanya mereka dilatih semenjak masih berusia belia. Dalam waktu pelatihan hingga menjadi suatu group boyband yang terkenal hingga sekarang sudah tidak terbayang lagi "cucuran keringat" yang telah dikeluarkan. Kerja keras dan kedisiplinan yang tidak terlihat kecuali setelah bertahun-tahun lewat. Godaan untuk putus asa akan terus ada. Tapi Super Junior mampu melewatinya.
Lebih dari itu, juga dikabarkan dalam proses maintenance nya, para personel didisiplinkan untuk menjaga berat badan, makanan, hiburan, jadwal istirahat, dan lain-lain. Mendengarnya saja mungkin kita sudah stress. Juga untuk menjaga kesetiaan fans, tak heran berlaku larangan untuk menjalin hubungan pacaran kepada setiap personelnya.
Suju in action
2.       Membaca Objek Pasar
Pada awal munculnya Super Junior, ada 13 personil di dalamnya. Dari 13 itu bukan lah personil dengan tipekal yang mirip. Ada jenis personel yang gagah perkasa, ada yang agak feminin, ada yang cool, ada yang banyak omong, ada yang jenaka, dan lain-lain. Dengan bermacam-macamnya kriteria tersebut, dapat dipastikan memperoleh fans lebih banyak ketimbang satu artis vokal solo. Terlebih lagi, dengan banyaknya personil, akan terbentuk kelompok-kelompok fans yang saling mem-flame (menghina kelompok fans tertentu lewat idola nya atau fans-nya). Dari situ, justru akan semakin menguatkan kecintaan pada idolanya masing-masing, seperti kita lihat di fans sepak bola atau fans aliran musik.
Begitu hebatnya mereka membaca ketertarikan pasar. Penulis yakin, untuk membuat group Super Junior ini, pihak pendirinya terlebih dahulu membuat suatu studi yang mendalam untuk membaca pasar. Hal-hal seperti analisis segmentation, targeting, positioning sudah lumrah untuk menunjukan keseriusan dalam pemasaran.
Pada intinya, mereka sangat serius dalam membaca pasar. Semua hal-hal yang mereka lakukan bukanlah sesuatu yang baik atau keren atau indah menurut mereka saja, tetapi juga berupaya untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan, dibutuhkan, dan disetiai oleh pasar.
3.       Inovatif dan Dinamis
Seberhasil apapun suatu produk, apabila tidak ada inovasi, akan ditinggalkan oleh pasarnya. Hal ini yang penulis lihat dipegang kuat oleh manajemen Super Junior. Lihat saja cara berpakaian mereka, gaya rambut, genre music, dan seterusnya. Setiap single hampir berbeda jauh dengan single sebelumnya. Dengan begitu, fans semakin penasaran dan setia di dalamnya.
4.       Biaya Besar-besaran (High Budget, High Impact)
Kira-kira berapa banyak yang mereka habiskan dalam setiap karyanya. Berjuta-juta rupiahkah? Bermilyar-milyar rupiahkah? Yang pasti tidak sedikit. Membayar tenaga ahli, menyediakan fasilitas, mencetak album, gaji personil.
Belum lagi ketika konser. Panggung yang mewah, peralatan audio visual yang canggih, konsep yang luar biasa. Tentu saja menghabiskan dana besar-besaran.

Kemewahan Panggung Super Show 4

Setelah itu, hasilnya. Ribuan penonton bersedia merogoh kocek dalam-dalam, histeris ketika Super Junior mulai beraksi, bersedia mengoleksi album, souvenir , dan lain-lain.

Evaluasi dan Renungan
Sudah saatnya kita berhenti mengkritik orang lain tetapi melupakan kinerja kita sendiri. Semua orang jika ia bekerja cerdas, keras, ikhlas, tuntas pasti mendapat probabilitas keberhasilan yang sama. Jangan harap upaya kita dalam syiar Dakwah yang setengah-setengah bisa menandingi syiar maksiat Super Junior.
Pernahkah kita mengevaluasi performansi dan kualitas kita dalam menyampaikan seruan Islam. Bagaimana pakaian kita ketika khutbah. Intonasi dalam ucapan lisan, atau penggunaan kata-kata nya. Begitu juga dengan Dakwah bil qolam. Belum lagi kegiatan-kegiatan atau program-program yang kita laksanakan. Pantaskah untuk bisa menarik perhatian orang banyak.
Pernahkan kita mengevaluasi tentang kebutuhan mad'u kita? Pernahkah kita mengevaluasi tingkat inovasi kita dalam menyampaikan Islam? Seberapa besar dana kita dalam infaq fi sabilillah dalam rangka Dakwah Islam?
Bukan berarti penulis menginginkan para asatidz, atau murobbi atau kakak mentor kita untuk menjadi boyband. Bukan itu. Akan tetapi kita tingkatkan kinerja kita. Salah satunya fungsi Dakwah kan mencoba untuk mengcounter godaan syetan keduniawian dan fitnah-fitnah syahwat dan syubhatnya. Apabila syetan dengan segala kekuatan mengajak orang kepada neraka. Lalu kenapa kita hanya setengah-setengah menjauhkan orang lain dari neraka dan mengajak ke surga.
Teringat perkataan dosen dalam kuliah komunikasi pemasaran. Saat itu pak dosen menjelaskan bagaimana usaha-usaha pabrik rokok dalam mengiklankan produknya. Bermilyar-milyar bahkan bertrilyun-trilyun mereka habiskan. Dimana-mana kita liat iklan rokok. Di even musik, acara olahraga sepakbola dan olah raga lain, iklan tv yang memukau dan budget tinggi. Akan tetapi, setelah itu pihak kampus dengan gampangnya dan rendah budgetnya melarang merokok. "kayak PKI" canda pak dosen. Gak berimbang. Mana mau masyarakat meninggalkan rokok hanya dengan itu.

Lalu mungkin ada anggapan, "yah wajar aja, Super Junior itu kan profit nya gede banget. Makanya mereka mau aja capek-capek."
Apakah kita masih meragukan ganjaran dari Allah. Surga yang mengalir air susu dan madu di dalamnya. Bidadari yang cantik jelita. Keindahan dan kenikmatan yang tidak akan tertandingi oleh kenikmatan dunia apapun itu. Apalagi hanya profit keuangan.

وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
"Janganlah kamu berhati lemah dalam menghadapi suatu kaum. Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (An Nisa: 104)
Wallahu a'lam.

Kamis, 03 Mei 2012

Mengapa Aku Harus Menikahimu?

Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 perntanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan muda, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku. 
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan “mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!”.
1. Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, “apa yang salah dengan itu?”) pemuda itu menjawab, “Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu’alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini”. Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.
2. Pemuda itu berkata, kemudian aku bertanya, kamu banyak membaca Al-Qur’an, dapatkan kamu memberitahuku arti dari salah satu surat? dan dia mengatakan tidak, karena belum memiliki waktu. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa Aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.
3. Pertanyaan ketiga yang aku tanyakan kepadanya, bahwa banyak gadis yang lebih cantik darinya, yang telah melamarku untuk menikah, mengapa Aku harus memilihmu? itulah mengapa dia mengadu, marah. (Orangtua si pemuda mengatakan bahwa itu adalah hal yang menyebalkan untuk dikatakan, mengapa kamu melakukan hal semacam itu, kita harus kembali meminta maaf). Si pemuda mengatakan bahwa Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) mengatakan “jangan marah, jangan marah, jangan marah”, ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya??
Pelajaran akhlak dari kisah tersebut adalah, pernikahan berdasarkan:
- Ilmu, bukan hanya penampilan (kecantikan)
- Amal, bukan hanya berceramah atau bukan hanya membaca
- Mudah memaafkan, tidak mudah marah
- Ketaatan/ketundukan/keshalihan, bukan sekedar nafsu
Dan memilih pasangan yang seharusnya:
- Mencitai Allah lebih dari segalanya
- Mencintai Rasulullah (shalallahu ‘alai wa sallam) melebihi manusia manapun
- Memiliki ilmu Islam, dan beramal/berbuat sesuai itu.
- Dapat mengontrol kemarahan
- Dan mudah diajak bermusyawarah, dan semua hal yang sesuai dengan ketentuan Syari’at Islam.
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir”. (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)
Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls