"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)
Tampilkan postingan dengan label Tafsir hadist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir hadist. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Agustus 2012

Yuk, Puasa Syawal

Hukum Puasa Syawal
Hukumnya adalah sunnah: “Ini adalah hadits shahih yang menunjukkan bahwa berpuasa 6 hari pada Syawal adalah sunnah. Asy-Syafi’i, Ahmad dan banyak ulama terkemuka mengikutinya. Tidaklah benar untuk menolak hadits ini dengan alasan-alasan yang dikemukakan beberapa ulama dalam memakruhkan puasa ini, seperti; khawatir orang yang tidak tahu menganggap ini bagian dari Ramadhan, atau khawatir manusia akan menganggap ini wajib, atau karena dia tidak mendengar bahwa ulama salaf(terdahulu) biasa berpuasa dalam Syawal, karena semua ini adalah perkiraan-perkiraan, yang tidak bisa digunakan untuk menolak Sunnah yang shahih. Jika sesuatu telah diketahui, maka menjadi bukti bagi yang tidak mengetahui.”
[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah lil Buhuuts wal Ifta', 10/389]
Hal-hal yang berkaitan dengannya adalah:
1.      Tidak harus dilaksanakan berurutan.
“Hari-hari ini (berpuasa syawal-) tidak harus dilakukan langsung setelah ramadhan. Boleh melakukannya satu hari atau lebih setelah ‘Id, dan mereka boleh menjalankannya secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal, apapun yang lebih mudah bagi seseorang. … dan ini (hukumnya-) tidaklah wajib, melainkan sunnah.”
[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah lil Buhuuts wal Ifta', 10/391]
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
“Shahabat-shahabat kami berkata: adalah mustahab untuk berpuasa 6 hari Syawal. Dari hadits ini mereka berkata: Sunnah mustahabah melakukannya secara berurutan pada awal-awal Syawal, tapi jika seseorang memisahkannya atau menunda pelaksanaannya hingga akhir Syawal, ini juga diperbolehkan, karena dia masih berada pada makna umum dari hadits tersebut. Kami tidak berbeda pendapat mengenai masalah ini dan inilah juga pendapat Ahmad dan Abu Dawud.” [Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab]
Bagaimanapun juga bersegera adalah lebih baik: Berkata Musa: ‘Itulah mereka telah menyusul aku. Dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Rabbi, supaya Engkau ridho kepadaku. [QS Thoha: 84]
2. Tidak boleh dilakukan jika masih tertinggal dalam Ramadhan
“Jika seseorang tertinggal beberapa hari dalam Ramadhan, dia harus berpuasa terlebih dahulu, lalu baru boleh melanjutkannya dengan 6 hari puasa Syawal, karena dia tidak bisa melanjutkan puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal, kecuali dia telah menyempurnakan Ramadhan-nya terlebih dahulu.”
[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah lil Buhuuts wal Ifta', 10/392]
Marilah kita puasa syawal, jangan ditunda-tunda, semoga amal kita ditrima Allah

Sabtu, 23 Juni 2012

Tahukah Anda Jelmaan Setan?



P
ocong, kuntilanak, gendruwo adalah salah satu dari penampakan hantu di sekeliling kita, tapi bukan maksud kami utuk membahasnya. Memang setan dapat menampakkan diri sesuai keinginannya dalam bentuk menakutkan dan tentunya semua atas izin Allah. Tetapi yang akan saya bahas disini adalah makhuk yang kasat mata, yang dapat dilihat oleh mata telanjang tetapi nabi rasullullah alaihiwasalam menyebutnya “setan”. Apakah itu? Penasaran? Simak ini! Check it out
 First, Anjing hitam
DariAbu Dzar, Rasulullah bersabda, “ Jika salah seorang dari kalian berdiri shalat, jika di depannya terdapat benda setinggi sandaran pengendara unta (+- 50 cm), maka itulah pembatasnya. Jika pembatas itu tidak ada, shalatnya akan terpotong oleh keledai, wanitadan anjing hitam yang lewat.“ Perawi berkata, “ Wahai Abu Dzar, apa bedanya anjing hitam dengan yang merah dan kuning?” Abu Dzar berkata, “ Wahai putra saudaraku, aku bertanya kepada Rasulullah seperti pertanyaanmu kepadaku, Beliau menjawab;
“ Anjing hitam adalah setan.” (HR. Muslim dan lainnya)
Kitab Aunul Ma’bud(2/225) menyebutkan, setan kadangkala menjelma menjadi anjing hitam. Selain itu ada yang berpendapat bahwa disebut setan karena anjing yang hitam lebih berbahaya.
Di dalam hadist tersebut yang dimaksud terpottong adalah bukan batal shalatnya tetapi berkurangnya nilai shalat karena gangguan yang dapat mengakibatkan mengganggu kekusukan shalat. (Tuhfatul Ahwaszi 1/371)
Second, ular
Rasulullah bersabda;
“ Sesungguhnya di kota Madinah terdapat jin-jin yang sudah masuk islam. Jika kalian melihat salah satu dari mereka, maka berikanlah ia ijin tiga hari. Jika dia masih terlihat setelah itu, maka bunuhlah karena dia adalah setan.” (HR. Muslim)
Hadist tersebut muncul karena pada suatu ketika seorang suami yang pulang mendapati istrinya ketakutan karena ada ular dirumahnya, suaminya pun bertindak tanggap dengan membunuh ularnya tetapi naas, suaminya juga ikut tewas, hal ini lalu diceritakan kepada rasulullah lantas Beliau bersabda seperti itu.
Dalam hadist lain jika engkau mendapati ular dirumah anda, cukup diberi peringatan tiga kali dengan menyebut asma Allah. Jika ia pergi biarkan tapi jika tidak, maka diperbolehkan untuk membunuhnya. Tetapi jangan sampai membunuhnya kecuali telah memberi peringatan tiga kali dengan menyebut asma Allah.
Third, burung dara
Dari Abu Hurairah, Rasulullah melihat seseorang membututi(bermain-main) burug merpati lalu bersabda,” Setan lelaki sedang membututi setan perempuan.” (HR. Abu Daud)
Burung dara disebut setan karena sering menyibukkan orang dengan aktivitas tak bermanfaat dan melalaikan dari dzikrullah bahakan dibuat judi.( Aunul Ma’bud 10/417)
Fourth, orang yang lewat didepan orang shalat
Rasululloh bersabda;
“ Jika ada yang lewat di depan kalian saat salah seorang dari kalian shalat, cegahlah ia. Jika dia enggan, tetaplah cegah dirinya. Dan jika masih saja bersih keras lewat, lawanlah ia karena ia adalah setan” (HR. Bukhari dan Muslim)
Yang dimaksud setan adalah karena orang itu melakukan perbuatan setan dengan cara lewat didepan orang sholat. Yang perlu ditekankan “ Lawan” dalam hadist tersebut bukan berarti mengajaknya bertengkar tapi dengan cara tasbih atau isyarat tangan (mengajukan tangan ke depan seperti nyetop) . Tak heran dalam mencegah ini terjadi, mungkin karena ketidak tahuan orang, islam telah mengajarkan bahwa shalat hendaknya mendekatkan diri ke sutrah. Sutrah adalah pembatas di depan oarang shalat. Pembatasnya bisa menggunakan tembok, kayu atau tiang. Tapi kalau mahasiswa sih seringnya tasnya ditaruh di depan sebagai sutrah dan agar ga hilang (kan keliatan)
Fifth, wanita pengumbar aurat
Rasululloh bersabda;
“Wanita itu datang dengan rupa setan dan berpaling juga dengan rupa setan. Jika salah seorang dari kalian melihat wanita-lalu timbul hasrat- maka hendaknya ia mendatangi istrinya, sebab hal itu akan menghentikan nafsunya.” (HR. Muslim)
Wanita pengumbar aurat bukan maksud saya mengartikan menjadi jelmaan setan.  Hal ini hanya merupakan perumpamaan ketika wanita sedang mengumbar auratnya pada seorang lelai yang bukan mukhrim, boleh jadi lelaki itu akan mempunyai  hasrat untuk bertindak hal yang negatif, seperti halnya godaan setan.
Adapun seorang wanita keluar dari rumah dengan aurat yang tertutup secara syar’i maka jarang lelaki akan tergoda meskipun masih terdapat ada  kemungkinan kecil lelaki akan tergoda. Dalam hal ini lelaki lah yang harus pandai-pandai mengontrol hawa nafsunya. Memang terasa sulit, tapi kita harus tetap berusaha meskipun terkadang kita jatuh terpelosok.
Maha benar Allah yang telah mengutus rasulullah, dengan mengetahui hadist-hadist diatas, kita sekarang dituntut untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, syukur-syukur dapat diceritakan kepada teman dekatnya, karena akan menjadi ladang amal anda pada saat hari dimana harta dan jabatan tidak berguna kecuali hanya amal shaleh. Dan tak lupa, kita meminta perlindungi kepada penguasa langit dan bumi,  Allah SWT. Semoga Allah melindungi Allah dari setan yang terkutuk. (M. Aziz)
Gimana pendapatmu tetang ini, silahkan anada berkomentar di bawah , semoga menjadi amal shaleh

Selasa, 24 April 2012

Inilah Hadits-hadits Tentang Fadhilah Surat Yasin yang Tertolak

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya serta umatnya hingga akhir zaman.
Surat Yasin menjadi surat primadona bagi masyarakat kita, Indonesia. Sehingga muncul di mana-mana kegiatan Yasinan, karena didalamnya dibaca surat Yasin secara bersama-sama. Hal ini tidak lepas dari adanya pemahaman tentang keistimewaan membaca surat ini atas surat lainnya, khususnya berkaitan dengan faidah dan fadhilahnya.
Lebih khusus lagi pada malam Jum'at, selepas Maghrib maka rumah-rumah, masjid, dan mushalla ramai dengan lantunan surat Yasin baik dengan sendiri-sendiri maupun berjamaah. Terekam dalam benak, bahwa ini adalah amal yang benar-benar disyariatkan dan memiliki pahala besar. Ada kesan penghususan malam Jum'at dengan membaca surat Yasin, dan ini sudah kami ulas dalam tulisan sebelumnya: Malam Jum'at Disunnahkan Baca Surat Al-Kahfi, Bukan Surat Yasin.
Pada sebagian masyarakat, surat Yasin sengaja dibaca karena ada hajat atau kebutuhan yang ingin terpenuhi. Pembacanya sengaja membaca surat ini dengan bilangan tertentu agar hajatnya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ringkasnya, mereka menjadikan surat ini sebagai wasilah agar terkabul doa, yakni dengan membacanya dalam jumlah tertentu.
Jika ditanya, kenapa melakukan demikian. Rata-rata jawabnya, ini kan baik dan diajarkan oleh kiai atau guru. Padahal MENGKHUSUSKAN cara dalam membaca surat ini dengan jumlah bilangan tententu dan untuk tujuan tertentu tidak memiliki landasan dari dalil shahih.
Memang benar, surat Yasin termasuk bagian dari Al-Qur'an. Dan membaca Al-Qur'an mendatangkan kebaikan yang banyak dan pahala yang besar dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun menghususkan surat tertentu dengan menetapkan fadhilah dan manfaat tertentu dari pada surat-surat lainnya, dan membacanya dengan cara tertentu adalah membutuhkan dalil khusus. Karena ini masalah ubudiyyah tidak diketahui tentang perintah, tatacara dan fahilahnya kecuali melalui khabar wahyu. Dan tidak didapatkan khabar shahih tentangnya. Memang terdapat beberapa hadits yang menerangkan tentang keutamaan dan fadhilah surat Yasin, hanya saja statusnya antara dhaif dan maudhu' (palsu). Berikut ini beberapa haditsnya:
Pertama, dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إن الله تبارك وتعالى قرأ ( طه ) و( يس ) قبل أن يخلق آدم بألفي عام، فلما سمعت الملائكة القرآن قالوا : طوبى لأمة ينزل هذا عليهم، وطوبى لألسن تتكلم بهذا، وطوبى لأجواف تحمل هذا
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala telah membaca surat Thaha dan Yasin seribu tahun sebelum menciptakan Adam. Maka saat [ara malaikat mendengar Al-Qur'an, mereka berkata: Beruntunglah bagi umat yang diturunkan ini atas mereka, beruntunglah lisan yang berucap dengannya, dan beruntunglah bagi hati yang mengembannya." (HR. al-Darimi dalam Sunannya: 2/456, Ibnu Huzaimah dalam al-Tauhid: 109, Ibnu Hibban dalam al-Dhu'afa': 1/108, dan lainnya. Syaikh Al-Albani menyebutkannya sebagai hadits munkar dalam Silsilah al-Ahadits al-Dhaifah, no. 1248. Beliau berkata: dan matan ini adalah maudhu' sebagaimana dikatakan Ibnu Hibban, dan isnadnya dhaif jiddan/lemah sekali)
Kedua, dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu secara marfu',
من دخل المقابر، فقرأ سورة ( يس ) خفف عنهم يومئذ، وكان له بعدد من فيها حسنات
"Siapa yang masuk ke pemakaman, lalu ia membaca surat Yasin niscaya diringankan siksa mereka (ahli kubur) pada hari itu, dan baginya kebaikan-kebaikan sebanyak orang yang di dalamnya." (Hadits maudhu' (palsu) yang dikeluarkan al-Tsa'labi dalam tafsirnya, disebutkan Syaikh al-Albani dalam Silsilah Al-Hadits Al-Dhaifah: no. 1246)
Ketiga, diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu 'Anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
إن لكل شيء قلبا وقلب القرآن يس ومن قرأ يس كتب الله بقراءتها قراءة القرآن عشر مرات
"Sesungguhnya setiap sesuatu ada jantungnya, dan jantungnya Al-Qur'an adalah surat Yasin. Siapa membacanya surat Yasin niscaya Allah mencatat untunya membaca Al-Qur'an sepuluh kali." (HR. Al-Tirmidzi, statusnya Maudhu' (palsu) sebagaimana disebutkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan al-Tirmidzi: 2887, Dhaif Al-Targhib wa Al-Tarhib: 885, Dhaif al-Jami' al-Shaghir: 1935)
Keempat, riwayat dari Ma'qil bin Yasar Radhiyallahu 'Anhu,
من قرأ ( يس ) ابتغاء وجه الله ، غفر الله له ما تقدم من ذنبه ، فاقرؤوها عند موتاكم
"Siapa membaca surat Yasin untuk mengharap wajah Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, maka bacalah surat Yasin pada orang meninggal kalian." (Hadits Dhaif, dalam Dhaif al-Jami' al-Shaghir: 5785)
Kelima, dari 'Atha bin Abi Rabbah Radhiyallahu 'Anhu berkata, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
من قرأ ( يس ) في صدر النهار؛ قضيت حوائجه
"Siapa membaca surat Yasin di siang hari, niscaya dipenuhi semua kebutuhannya." (Dhaif Misykah al-Mashabih: 2118)
Dan secara umum semua riwayat yang menerangkan keutamaan surat Yasin adalah Dhaif dan maudhu' (palsu) sebagaimana yang telah diteliti oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam beberapa kitabnya. Wallahu Ta'ala A'lam.
Bagaimana Supaya Doa Dikabulkan?
Bagi seorang muslim yang memiliki hajat kepada Allah dan berharap agar terkabul doanya untuk benar-benar berdoa kepada Allah dengan menyebut Asmaul Husna (nama-nama Allah yang Maha Indah) dan sifat-sifat Allah yang Mahatinggi, memohon kepada-Nya dengan merendahkan diri setiap saat, khususnya di waktu dan tempat mustajabah untuk dikabulkan kebutuhannya. Allah Ta'ala berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)
Meminta dikabulkan doa itu tidak boleh mengerjakan ibadah dan amal-amal qurubat yang tidak memiliki landasan perintahnya dari sunnah. Dan siapa yang melaksanakan ibadah tanpa mengikuti sunnah, ibadah tersebut tertolak. Walalhu Ta'ala A'lam.
Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls