"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan PEMAHAMAN AGAMA kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Jumat, 04 Mei 2012

Mengamati "Syiar" Boy Band Super Junior








 Sebenernya, bisa dikatakan wajar, para remaja sekarang sangat menggandrungi Super Junior. Lihat saja bagaimana Super Junior serius dalam menghibur para penonton, teliti dalam mengkonsep, tak kenal lelah dalam berkarya.
Ingin mengatakan kalo remaja kita sangat labil? Kayaknya nggak juga. Banyak juga kok remaja yang cerdas, rajin, dan sudah banyak berkarya juga menjadi ELF (Ever Lasting Friend:sebutan untuk penggemar setia Super Junior). Bahkan isunya banyak juga jilbaber yang cukup mengoleksi karya mereka. Walaupun mungkin jumlahnya sedikit dan mungkin mereka itu kurang rajin ngajinya :P .
Ingin mengatakan Super Junior itu gak mutu, banci, lipsync, lebay? Toh mereka banyak menyabet gelar-gelar penghargaan di dunia hiburan, musik, dan lain-lain. Banyak menjadi icon bahkan dalam produk-produk skala internasional. Menjadi duta di bidang-bidang penting. Dipercaya bahkan oleh pemerintah Korea Selatan untuk kontribusi dalam even-even besar Negara.
1.       Performansi dan Kualitas
Tak diragukan lagi performansi mereka yang wah. Terlihat dari lantunan lagu, kekuatan vokal, skill menari, dan lain-lain. Tidak kalah juga kekompakan mereka yang semakin membuat para penonton betah untuk mengikuti perkembangan group ini.
Tentu saja hal-hal tersebut bukannya diperoleh dengan latihan sebulan dua bulan. Bahkan konon katanya mereka dilatih semenjak masih berusia belia. Dalam waktu pelatihan hingga menjadi suatu group boyband yang terkenal hingga sekarang sudah tidak terbayang lagi "cucuran keringat" yang telah dikeluarkan. Kerja keras dan kedisiplinan yang tidak terlihat kecuali setelah bertahun-tahun lewat. Godaan untuk putus asa akan terus ada. Tapi Super Junior mampu melewatinya.
Lebih dari itu, juga dikabarkan dalam proses maintenance nya, para personel didisiplinkan untuk menjaga berat badan, makanan, hiburan, jadwal istirahat, dan lain-lain. Mendengarnya saja mungkin kita sudah stress. Juga untuk menjaga kesetiaan fans, tak heran berlaku larangan untuk menjalin hubungan pacaran kepada setiap personelnya.
Suju in action
2.       Membaca Objek Pasar
Pada awal munculnya Super Junior, ada 13 personil di dalamnya. Dari 13 itu bukan lah personil dengan tipekal yang mirip. Ada jenis personel yang gagah perkasa, ada yang agak feminin, ada yang cool, ada yang banyak omong, ada yang jenaka, dan lain-lain. Dengan bermacam-macamnya kriteria tersebut, dapat dipastikan memperoleh fans lebih banyak ketimbang satu artis vokal solo. Terlebih lagi, dengan banyaknya personil, akan terbentuk kelompok-kelompok fans yang saling mem-flame (menghina kelompok fans tertentu lewat idola nya atau fans-nya). Dari situ, justru akan semakin menguatkan kecintaan pada idolanya masing-masing, seperti kita lihat di fans sepak bola atau fans aliran musik.
Begitu hebatnya mereka membaca ketertarikan pasar. Penulis yakin, untuk membuat group Super Junior ini, pihak pendirinya terlebih dahulu membuat suatu studi yang mendalam untuk membaca pasar. Hal-hal seperti analisis segmentation, targeting, positioning sudah lumrah untuk menunjukan keseriusan dalam pemasaran.
Pada intinya, mereka sangat serius dalam membaca pasar. Semua hal-hal yang mereka lakukan bukanlah sesuatu yang baik atau keren atau indah menurut mereka saja, tetapi juga berupaya untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan, dibutuhkan, dan disetiai oleh pasar.
3.       Inovatif dan Dinamis
Seberhasil apapun suatu produk, apabila tidak ada inovasi, akan ditinggalkan oleh pasarnya. Hal ini yang penulis lihat dipegang kuat oleh manajemen Super Junior. Lihat saja cara berpakaian mereka, gaya rambut, genre music, dan seterusnya. Setiap single hampir berbeda jauh dengan single sebelumnya. Dengan begitu, fans semakin penasaran dan setia di dalamnya.
4.       Biaya Besar-besaran (High Budget, High Impact)
Kira-kira berapa banyak yang mereka habiskan dalam setiap karyanya. Berjuta-juta rupiahkah? Bermilyar-milyar rupiahkah? Yang pasti tidak sedikit. Membayar tenaga ahli, menyediakan fasilitas, mencetak album, gaji personil.
Belum lagi ketika konser. Panggung yang mewah, peralatan audio visual yang canggih, konsep yang luar biasa. Tentu saja menghabiskan dana besar-besaran.

Kemewahan Panggung Super Show 4

Setelah itu, hasilnya. Ribuan penonton bersedia merogoh kocek dalam-dalam, histeris ketika Super Junior mulai beraksi, bersedia mengoleksi album, souvenir , dan lain-lain.

Evaluasi dan Renungan
Sudah saatnya kita berhenti mengkritik orang lain tetapi melupakan kinerja kita sendiri. Semua orang jika ia bekerja cerdas, keras, ikhlas, tuntas pasti mendapat probabilitas keberhasilan yang sama. Jangan harap upaya kita dalam syiar Dakwah yang setengah-setengah bisa menandingi syiar maksiat Super Junior.
Pernahkah kita mengevaluasi performansi dan kualitas kita dalam menyampaikan seruan Islam. Bagaimana pakaian kita ketika khutbah. Intonasi dalam ucapan lisan, atau penggunaan kata-kata nya. Begitu juga dengan Dakwah bil qolam. Belum lagi kegiatan-kegiatan atau program-program yang kita laksanakan. Pantaskah untuk bisa menarik perhatian orang banyak.
Pernahkan kita mengevaluasi tentang kebutuhan mad'u kita? Pernahkah kita mengevaluasi tingkat inovasi kita dalam menyampaikan Islam? Seberapa besar dana kita dalam infaq fi sabilillah dalam rangka Dakwah Islam?
Bukan berarti penulis menginginkan para asatidz, atau murobbi atau kakak mentor kita untuk menjadi boyband. Bukan itu. Akan tetapi kita tingkatkan kinerja kita. Salah satunya fungsi Dakwah kan mencoba untuk mengcounter godaan syetan keduniawian dan fitnah-fitnah syahwat dan syubhatnya. Apabila syetan dengan segala kekuatan mengajak orang kepada neraka. Lalu kenapa kita hanya setengah-setengah menjauhkan orang lain dari neraka dan mengajak ke surga.
Teringat perkataan dosen dalam kuliah komunikasi pemasaran. Saat itu pak dosen menjelaskan bagaimana usaha-usaha pabrik rokok dalam mengiklankan produknya. Bermilyar-milyar bahkan bertrilyun-trilyun mereka habiskan. Dimana-mana kita liat iklan rokok. Di even musik, acara olahraga sepakbola dan olah raga lain, iklan tv yang memukau dan budget tinggi. Akan tetapi, setelah itu pihak kampus dengan gampangnya dan rendah budgetnya melarang merokok. "kayak PKI" canda pak dosen. Gak berimbang. Mana mau masyarakat meninggalkan rokok hanya dengan itu.

Lalu mungkin ada anggapan, "yah wajar aja, Super Junior itu kan profit nya gede banget. Makanya mereka mau aja capek-capek."
Apakah kita masih meragukan ganjaran dari Allah. Surga yang mengalir air susu dan madu di dalamnya. Bidadari yang cantik jelita. Keindahan dan kenikmatan yang tidak akan tertandingi oleh kenikmatan dunia apapun itu. Apalagi hanya profit keuangan.

وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
"Janganlah kamu berhati lemah dalam menghadapi suatu kaum. Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (An Nisa: 104)
Wallahu a'lam.

Kamis, 03 Mei 2012

Mengapa Aku Harus Menikahimu?

Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 perntanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan muda, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku. 
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan “mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!”.
1. Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, “apa yang salah dengan itu?”) pemuda itu menjawab, “Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu’alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini”. Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.
2. Pemuda itu berkata, kemudian aku bertanya, kamu banyak membaca Al-Qur’an, dapatkan kamu memberitahuku arti dari salah satu surat? dan dia mengatakan tidak, karena belum memiliki waktu. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa Aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.
3. Pertanyaan ketiga yang aku tanyakan kepadanya, bahwa banyak gadis yang lebih cantik darinya, yang telah melamarku untuk menikah, mengapa Aku harus memilihmu? itulah mengapa dia mengadu, marah. (Orangtua si pemuda mengatakan bahwa itu adalah hal yang menyebalkan untuk dikatakan, mengapa kamu melakukan hal semacam itu, kita harus kembali meminta maaf). Si pemuda mengatakan bahwa Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) mengatakan “jangan marah, jangan marah, jangan marah”, ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya??
Pelajaran akhlak dari kisah tersebut adalah, pernikahan berdasarkan:
- Ilmu, bukan hanya penampilan (kecantikan)
- Amal, bukan hanya berceramah atau bukan hanya membaca
- Mudah memaafkan, tidak mudah marah
- Ketaatan/ketundukan/keshalihan, bukan sekedar nafsu
Dan memilih pasangan yang seharusnya:
- Mencitai Allah lebih dari segalanya
- Mencintai Rasulullah (shalallahu ‘alai wa sallam) melebihi manusia manapun
- Memiliki ilmu Islam, dan beramal/berbuat sesuai itu.
- Dapat mengontrol kemarahan
- Dan mudah diajak bermusyawarah, dan semua hal yang sesuai dengan ketentuan Syari’at Islam.
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir”. (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)

Masih Berani Lewat di Depan Orang yang sedang Shalat?

Saat kita sedang shalat, baik shalat wajib maupun sunah, kemudian ada orang yang melintas di depan kita, tentu rasanya tidak nyaman. Meski tak sampai membatalkan shalat, hal tersebut dapat mengganggu kekhusyuan shalat kita. Padahal itulah salah satu kenikmatan menjalankan ibadah shalat. Shalat secara khusyu dan tumaninah.
Ada salah satu hadist yang menunukkan beratnya dosa orang yang melintas di hadapan orang yang sedang shalat.
“Lebih baik menunggu selama 40 (tahun) daripada lewat di depan orang yang sedang shalat (H.R Bukhari)”
Oleh karena itu, Rasul mencontohkan untuk menghalangi siapapun yang hendak melintas di hadapan kita saat shalat. Dan jika setelah dihalangi masih juga nekat untuk lewat, kita pun diperkenankan untuk memukulnya.
Jadi, jika kita mengalami situasi seperti demikian, lebih baik kita menunggu hingga orang tersebut selesai menunaikan ibadah shalatnya. Jika tidak bisa menunggu, maka coba cari jalan lain sehingga kita tidak harus berlalu di hadapan oang yang shalat tersebut.
Tentu saja ada perkecualian untuk hal seperti ini. Orang yang batal shalatnya, karena buang angin atau hendak buang air, diberi keringanan untuk melintas di depan orang yang shalat. Begitupun dalam keadaan darurat, misalnya jika ada yang tiba-tiba sakit atau pingsan.

Cewek dalam Bingkai Media

sumber foto http://www.bet.com/

 "Dua golongan penghuni neraka dari umatku yang aku belum  pernah melihat mereka;yakni para wanita yang berpakaian tapi telanjang,berlenggang-lenggok (jalannya),di atas kepala mereka seperti ada punuk unta (sanggul).Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya..".(HR.Ahmad dan Muslim dalam Shahihnya).

Tayangan-tayangan televisi maupun pemberitaan di surat kabar dewasa ini dinilai banyak menyudutkan perempuan. Dalam pemberitaan mengenai tindakan asusila, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Perempuan “dieksploitasi” secara gamblang.
Pemilihan diksi untuk pemberitaan-pemberitaan mengenai hal itu juga tidak tepat. Seperti kata “digagahi” dan lain sebaginya. Eksploitasi  melalui pers, baik terang-terangan maupun yang halus artistik dalam kehidupan masyarakat modern terlihat jelas. Kondisi itu juga diperparah dengan banyaknya tayangan iklan secara vulgar mengeksploitasi eksistensi wanita dan sulit dikontrol.
Kondisi seperti Itulah yang disampaikan oleh Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah KPID Jawa Barat yang juga seorang aktivis perempuan, Hj. Neneng Athiatul F, S.Ag.,M.IKom dalam seminar “Perempuan dan Jurnalisme”. Seminar itu   diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurnalistik UIN SGD Bandung (21/4) di Ruang Sidang Al-Jamiah Kampus UIN SGD Bandung dan dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai kampus di Kota Bandung.
Lebih lanjut Neneng mengatakan,” Perempuan yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual tidak memperoleh kesempatan untuk mengungkapkan apa yang mereka alami secara gamblang.”Neneng juga menjelaskan penggambaran perempuan di sejumlah media massa yang masih didominasi berita kekerasan terhadap perempuan.
Masih banyak media-media yang tetap menjadikan perempuan sebagai objek. Bahkan  cenderung mendiskreditkan perempuan, dan  semuanya karena kepentingan rating dan kapitalisme. Sementara pemberitaan mengenai kiprah perempuan masih kurang dan berada di bawahnya.
Kuantitas jurnalis perempuan di Indonesia juga menjadi penyebab lainnya. Komposisi jurnalis yang  91,4% pria dan 8,6%wanita dinilai masih minim. Demikian juga pekerja di media elektronik di dominasi oleh pria, karena dianggap penuh tantangan.
Untuk itu, masyarakat harus diberikan pendidikan agar melek media. Pemberian pendidikan dalam literasi media menjadi sangat penting. Literasi media yakni pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki seseorang agar dapat menggunakan media dengan benar dan optimal.
Literasi Media, Hal yang Mendesak
Neneng menyebut, setidaknya ada empat alasan yang menjadikan literasi media menjadi suatu hal yang sangat mendesak. Diantaranya; Pertama, Mayoritas masyarakat kita belum terdidik dan cerdas dalam memilah-milah informasi yang sampai kepadanya. Kedua, Dengan alasan popularitas seorang perempuan dengan senang hati memamerkan auratnya di hadapan publik.
Ketiga, Di kalangan beberapa artis serta foto model tercipta stigma yang salah tentang arti profesionalisme kerja di bidang mereka . Keempat, Anggapan bahwa pose-pose vulgar perempuan yang ada di media massa merupakan perwujudan nilai seni.
Untuk itu, Neneng mengatakan,”Pentingnya kerjasama yang baik antara pemilik media, masyarakat (perempuan) dan regulator media.” Kerjasama yang terjadi itu diharapkan dapat melakukan monitoring terhadap media yang kerap memuat berita yang cenderung diskriminatif dan stereotype terhadap perempuan. Selain itu, transfer pengetahuan ke media secara perorangan terutama isu kesetaraan guna melahirkan jurnalisme yang tidak menyudutkan perempuan juga perlu dilakukan.
Masyarakat harus kritis dalam menilai sebuah tayangan televisi. Untuk itu, Neneng mengajak semua masyarakat untuk melapotkan kepada pihak-pihak terkait apabila menemukan tayangan-tayangan yang tidak mendidik. Laporan masyarakat bisa disampaikan kepada Kemenkominfo untuk Internet, KPI untuk Penyiaran , Dewan Pers untuk Pers, atau kepada Gugus Tugas untuk Pornografi.
Dengan peran serta masyarakat dalam melaporkan tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik, diharapkan tayangan tersebut bisa digantikan dengan tayangan-tayangan lain yang lebih mendidik. Semoga!

Setan Lari Saat Adzan, Tapi Kenapa Datang Saat Shalat?


Pertanyaan:
Jika setan lari dari zikrullah (adzan), lalu kenapa ia datang saat shalat untuk menggoda?
Jawaban:
Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-'Abbad
Azan adalah panggilan umum yang akan Allah perdengarkan kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya. oleh karenanya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa semua benda basah dan kering yang adzan sampai kepadanya akan menjadi saksi bagi muadzin. Disebutkan: di antara sebab kaburnya setan saat adzan adalah karena ia tidak ingin menjadi bagian orang-orang yang mendengar adzan sehingga menjadi saksi bagi muadzin terhadap adzannya. Sebagaimana yang telah maklum, adzan adalah suara keras yang berisi dzikrullah 'Azza wa Jalla. Hal itu menyakitkan bagi setan.
. . . adzan adalah suara keras yang berisi dzikrullah 'Azza wa Jalla. Hal itu menyakitkan bagi setan. . .
Sedangkan maksud ia mendatangi dan mengganggu orang dalam shalatnya adalah dengan hal itu ia hendak menghalanginya dari zikir. Sedangkan terhadap muadzin, tak mungkin ia bisa mempermainkan dan menyibukkannya dari adzan. Karena adzan pasti sempurna, tetapi yang ia inginkan adalah menyibukkan (memalingkan) orang dari shalat. Maka setelah orang-orang menyambut seruan adzan lalu mendatangi shalat dan mengerjakannya, maka setan ingin merusak shalat tersebut. Wallahu A'lam.
voa-islam.com

Rabu, 02 Mei 2012

Yuk, Berani Menikah

 Dalam realita shalat orang yang masih  belum menikah memang sulit  mencapai kekhusyukan, apalagi memberi bekas dalam akhlak sehari-hari. Barangkali itu sebabnya Rasulullah Muhammad Saw. menyatakan,  “Shalat dua rakaat yang  didirikan oleh orang yang menikah lebih baik dari shalat malam dan berpuasa pada siang harinya yang dilakukan oleh seorang lelaki bujangan.” Maka, bagaimana seorang yang masih membujang dapat mengejar derajat orang-orang yang sudah menikah, kalau shalat malam yang disertai puasa di siang hari saja tak bisa disejajarkan dengan derajat shalat dua rakaat mereka  yang telah didampingi istri. Padahal mereka yang telah mencapai ketenangan batin, penyejuk mata dan ketenteraman jiwa dengan seorang istri yang sangat besar cintanya, bisa jadi melakukan shalat sunnah yang jauh lebih banyak dibandingkan yang belum menikah.
Maka, apa yang bisa mengangkat seorang bujangan kepada kemuliaan di akhirat? Alhasil, membujang rasanya lebih dekat dengan kehinaan, sekalipun jenggot yang lebat telah membungkus kefasihan mengucapkan dalil-dalil suci Al-Qur’an dan Al-Hadis. Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah,  “Orang meninggal di antara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan.” Bujangan. Tanpa seorang pendamping yang dapat membantunya bertakwa  kepada Allah, hati dapat terombang-ambing oleh gharizah (instink) untuk memenuhi panggilan biologis, oleh kerinduan untuk mempunyai sahabat khusus yang hanya kepadanya kita bisa menceritakan sisi-sisi hati yang paling sakral, serta oleh panjangnya angan-angan yang sulit sekali memangkasnya. Dalam keadaan demikian, agaknya sedikit sekali yang sempat merasakan khusyuknya shalat dan tenangnya hati karena zikir. Dalam keadaan demikian, kita bisa disibukkan oleh maksiat yang terus-menerus. Sesekali dapat melepaskan diri dari maksiat memandang wanita ajnabi (bukan muhrim), tetapi masuk kepada maksiat lainnya. Pikiran disibukkan oleh hal-hal yang kurang maslahat, sedang mulut mengucapkan kalimat-kalimat yang memiriskan hati. Di saat seperti ini, kita dapat merenungkan sekali lagi peringatan Rasulullah Muhammad yang terjaga. Dalam sebuah hadis yang berasal dari Abu Dzar r.a., Rasulullah Saw. menegaskan: “Orang yang paling buruk di antara kalian ialah yang melajang (membujang), dan seburuk-buruk mayat (di antara) kalian ialah yang melajang (membujang).” (HR Imam Ahmad dalam Musnadnya, diriwayatkan juga oleh Abu Ya’la dari Athiyyah bin Yasar. Hadis ini  dha'if, begitu 'Abdul Hakim 'Abdats menjelaskan).
Semoga Allah   ‘Azza wa Jalla melindungi kita dari kematian dalam keadaan membujang, sementara niat yang sungguh-sungguh untuk segera melangsungkan pernikahan, belum tumbuh. Semoga Allah Swt. menolong mereka yang telah mempunyai niat. Kalau belum lurus niatnya, mudah-mudahan Allah mensucikan niat dan prasangkanya. Kalau telah kuat tekadnya (‘azzam), semoga Allah menyegerakan terlaksananya pernikahan yang barakah dan dipenuhi ridha-Nya. Kalau mereka masih terhalang, mudah-mudahan Allah melapangkan dan kelak memberikan keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaha illaLlah. Saya teringat, terhadap hal-hal yang sangat dikecam dan diberikan peringatan mengenai bahayanya, biasanya Islam memberikan penghormatan yang tinggi untuk hal-hal yang merupakan kebalikannya. Kalau membujang sangat tidak disukai, kita mendapati bahwa menikah mendekatkan  manusia kepada surga-Nya. Ketika dikabarkan kepada kita bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah bujangan, kita banyak mendapati di dalam hadis tentang  kemuliaan akhirat dan bahkan keindahan hidup di dunia yang insya-Allah akan didapatkan melalui pernikahan. Seorang yang menikah, berarti menyelamatkan setengah dari agamanya. Bahkan, bagi seorang remaja, menikah berarti menyelamatkan dua pertiga dari agamanya. Kita menjumpai hadis yang memberikan  pertanyaan retoris sebagai sindiran, “Apa yang menghalangi  seorang mukmin untuk mempersunting istri? Mudah-mudahan Allah mengaruniainya keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat  laa ilaha illaLlah.” Maka kita juga menjumpai hadis-hadis yang menjaminkan kepada kita yang ingin  menikah  demimenjaga kehormatan dan kesucian farjinya. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Tiga orang yang akan selalu  diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah Swt., seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.” (HR. Thabrani). Dalam hadis lain dalam derajat shahih, Rasulullah Saw. bersabda: “Tiga golongan orang yang pasti mendapat pertolongan Allah, yaitu budak mukatab yang bermaksud untuk melunasi perjanjiannya, orang yang menikah denganmaksud memelihara kehormatannya, dan orang yang berjihad di jalan Allah.”  (HR Turmudzi, An-Nasa’i, Al-Hakim dan Daruquthni). Masih ada hadis senada. Namun demikian, ada baiknya kalau kita alihkan perhatian sejenak kepada peringatan yang disampaikan oleh Rasulullah,  “Bukan termasuk golonganku orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR Thabrani).
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang memiliki keyakinan. Tanpa keyakinan, ilmu akan kosong maknanya. 


Dikutip dari buku "Kupinang Engkau Dengan Hamdalah"
Ingin mengetahui lebih lanjut/ pinjam bukunya, hubungi Mukhamad Aziz. Untuk pembahasan selanjutnya insya Allah kami bahaskan antara perbedaan  "Antara Menyegerakan dan Tergesa-gesa"
Yuk kita segerakan menikah.....  :)

Selasa, 01 Mei 2012

Karena aku sayang kalian




Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum. Wr.Wb

Alhamdulillah, puji dan syukur selalu kupanjatkan untukMu Ya Rabb, atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba-hambaMu ini dan Engkau yang memiliki seluruh alam semesta dan mengatur segalanya semuanya akan terjadi berdasarkan kehendakMu.

Pagi itu tepat pukul 09.30 sesudah menunaikan sholat dhuhanya Hamzah segera mengambil sepeda motornya. Pagi itu Hamzah ada janji bersama teman - teman lamanya untuk bersilaturrahim dirumah salah seorang temannya. 

Dengan penampilan barunya yang berbeda 180 derajat, hamzah menemui teman - temannya yang sejak tadi sudah berkumpul. yah, hamzah yang sekarang merupakan seseorang yang baru, yang lain dengan saat SMA. dia sekarang adalah seorang ADK, Aktivis Dakwah Kampus. sangat berbeda dibandingkan dengan SMA, yang sedikit ‘nakal’ dan kurang tahu mengenai agama. 

Ini merupakan pertemuan pertama dengan teman SMAnya semenjak dia menjadi Aktivis Dakwah. dengan mengucap Assalamualaikum wr wb, hamzah melangkah memasuki rumah tersebut. suara guyon - guyonan khas anak SMA menyambut kedatangannya. tidak lupa sebelum bergabung, hamzah menyalami per satu teman - temannya, awalnya biasa saja saat dia menyalami teman - teman laki - lakinya. tetapi berubah menjadi 'sedikit menyakitkan' saat dia menyalami teman - teman perempuan. hamzah yang kini merupakan seorang aktivis dakwah tidak mau bersentuhan tangan dengan teman perempuannya. melihat kejadian tersebut sontak, semua teman hamzah saling berpandangan satu sama lain. " Sekarang jadi anak alim zah...?? " ujar seorang temannyanya, "Ato jangan - jangan sudah ikut NII di kampus" teman yang lainnya menimpali. Hamzah hanya membalas dengan hanya tersenyum tanpa mengucap sepatah kata pun, tapi tidak dalam hatinya itu karena aku sayang kalian, aku hanya tak mau melukai kesucian dan kehormatan kalian sebagai seorang perempuan karenaSesungguhnya kemuliaan yang diraih seorang wanita salehah adalah karena kemampuannya untuk menjaga martabatnya ('iffah , kata hamzah dalam hati. setelah itu suasanapun mejadi seperti semula.

mungkin banyak sekali dari teman - teman yang mengalami kejadian seperti itu, baik dalam posisi menjadi seorang hamzah atau pada posisi menjadi seorang perempuan teman hamzah. mungkin juga, banyak sekali muncul pendapat - pendapat miring dari perempuan - perempuan menyikapi hal tersebut. mereka sering kali bertanya dalam hatinya "kanapa sih wong salaman aja pake kaya gitu, aku loh g nafsu sama kamu" hehe. mungkin seperti itu pertanyaan dalam hati para kaum hawa. tapi bukankah sesuatu yang besar dimulai dari seseuatu yang kecil, dimulai dari bersalaman, bergandengan sampe menjadi sesuatu yang buruk. seorang hamzah mungkin hanya ingin menanamkan kebiasaan baik pada perempuan tersebut agar mereka tidak terbiasa berbuat seperti itu. karena belum tentu laki - laki yang disalaminya dilain waktu punya pikiran yang tidak buruk terhadap perempuan yang disalaminya.Yang pasti karena hamzah sangat menyayangi teman - teman perempuan, dan g mau teman perempuan menuju ke arah yang salah dengan dimulai dari hal sepele seperti salaman...

akhir kata
Semoga kita semua selalu bersyukur apapun yang diberikan Allah SWT kepada kita dan tetap tersenyum, karena senyuman juga bisa membuat kita lebih tenang dan menyejukkan hati disaat hati kita lagi gundah. ^ ^

Wassalamualaikum wr wb
(fra)
Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun".

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls